tepung untuk gorengan

Tepung Terigu Terbaik untuk Resep Gorengan Lezat

Pemilihan penggunaan tepung terigu untuk membuat aneka masakan berbahan dasar tepung menjadi salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan—dan juga cukup riskan. Hal ini dikarenakan, penggunaan tepung yang kurang sesuai untuk pembuatan makanan tertentu akan menghasilkan makanan yang kurang sempurna, tentu saja, hal ini akan berefek pada rasa makanan yang kurang menggigit. Dalam hal ini, misalnya Anda bermaksud mempraktikkan resep gorengan, tetapi tepung yang Anda gunakan justru tepung beras. Terlebih lagi, apabila Anda bukan merupakan salah seorang yang bekerja khusus di bidang kuliner sehingga tidak cukup sering berhubungan dengan wilayah dapur dan masak memasak. Hal yang menyebabkan perbedaan penggunaan tepung dengan makanan olahan yang akan dibuat berasal dari karakteristik bahan baku pembuat tepung yang berbeda dan juga pada pemanfaatan komponennya.

Sebelum Anda memulai inovasi dengan mempraktikkan resep gorengan yang Anda buat sendiri, Anda perlu mengetahui komponen dan pemanfaatan dari bahan baku yang digunakan untuk membuat tepung. Nah, tahukah Anda bahan baku apa yang digunakan untuk membuat tepung yang berkualitas baik? Iya. Bahan baku yang digunakan adalah gandum. Secara intrinsik, gandum terbagi menjadi tiga komponen, yaitu bagian endosperm, bran—lebih dikenal dengan sekam—dan juga bagian germ—istilah untuk menyebut bagian dalam biji gandum. Perbedaan komponen dan pemanfaatan gandum sebagai bahan baku tepung ini, oleh beberapa sumber, dibagi berdasarkan musim tanam, tekstur, dan warna kulit bran.

Meskipun tepung berasal dari bahan baku yang sama, yaitu gandum, hasil akhir dari penggilingan gandum ini dapat dikelompokkan kembali berdasarkan tekstur yang dihasilkan pada hasil penggilingannya. Misalnya saja, penggunaan istilah hard wheat, soft wheat, dan durum wheat. Sesuai dengan istilah yang digunakan—hard—maka dengan menggunakan guess the word, Anda dapat mendefinisikannya menjadi gandum yang mempunyai biji keras, warna merah cokelat pada bagian bran, sementara soft mempunyai karakteristik dengan gandum yang berbiji lunak, dan warna bran putih kekuningan. Apabila hard dan soft telah didefinisikan, maka durum wheat merupakan jenis gandum yang mempunyai biji paling keras. Nah, setelah mengetahui beberapa kelas dari gandum ini, tentu Anda akan lebih mudah menentukan tepung yang akan digunakan untuk mempraktikkan resep gorengan Anda, bukan?